Sekilas Tentang Planet Bagian Luar Tata Surya

Planet bagian luar Tata Surya adalah planet-planet yang terletak setelah sabuk asteroid. Planet-planet tersebut antara lain Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Sekilas Tentang Planet Bagian Luar Tata Surya
Photo by Htc Erl from Pixabay

Planet di dalam Tata Surya dapat dibagi menjadi ke dalam dua golongan berdasarkan letaknya terhadap sabuk asteroid. Sabuk asteroid itu sendiri merupakan kumpulan asteroid yang mengorbit Matahari, letak orbitnya adalah antara planet Mars dan Yupiter. 

Planet bagian dalam adalah planet yang letak orbitnya berada antara Matahari dengan sabuk asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan planet bagian luar adalah planet-planet yang letak orbitnya setelah sabuk asteroid, yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. 

 

Penjelasan Singkat Tentang Planet Bagian Luar Tata Surya

Berikut ini penjelasan singkat mengenai planet-planet bagian luar Tata Surya yang terdiri dari Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Sebagai tambahan juga ada penjelasan tentang Pluto yang dulu sempat dianggap planet.

1. Yupiter, Planet Raksasa Gas Terbesar di Tata Surya

Yupiter, planet kelima terdekat dari Matahari. Planet ini adalah planet terbesar di Tata Surya. Disebut juga planet Jovian atau planet luar. Yupiter memiliki massa satu per seribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa seluruh planet lain di Tata Surya.

Yupiter dikelilingi oleh cincin yang tipis dan magnetosfer yang kuat. Selain itu, terdapat 67 satelit alami di sekitarnya, termasuk empat satelit besar yang disebut satelit Galilean yang ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei. Planet ini sudah dikenal sejak zaman kuno dan dinamai dari mitologi dewa Romawi, Yupiter.

2. Saturnus, Planet Bercincin

Saturnus, planet terbesar kedua di Tata Surya setelah Yupiter. Planet ini terkenal sebagai planet bercincin. Saturnus memiliki beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Diperkirakan bongkahan es meteorit yang membentuk cincin-cincin tersebut.

Saturnus memiliki 56 satelit alami, tujuh di antaranya cukup besar dan berbentuk bola di bawah gaya gravitasi sendiri. Satelit-satelit tersebut adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, dan Tethys. Fakta unik lainnya tentang Saturnus adalah ia berotasi dalam waktu yang sangat singkat, hanya 10 jam 40 menit 24 detik.

3. Uranus, Planet Raksasa Es

Uranus, planet ketujuh dari Matahari dan planet terbesar ketiga di Tata Surya. Planet ini dinamai dari nama dewa Yunani Uranus. Para astronom menyebut Uranus sebagai raksasa es karena atmosfernya mengandung banyak es seperti air, amonia, metana, dan hidrokarbon.

Uranus merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop pada tahun 1781 oleh Sir William Herschel. Suhu atmosfernya yang sangat rendah mencapai -224 derajat Celsius, membuatnya menjadi planet paling dingin di Tata Surya.

BACA JUGA

4. Neptunus, Planet Biru Selain Bumi

Neptunus, planet terjauh dari Matahari dan planet kedelapan di Tata Surya, memiliki penampilan kebiruan yang disebabkan oleh metana di wilayah terluar planet tersebut. Planet ini memiliki massa 17 kali lebih besar daripada Bumi dan mengelilingi Matahari selama 164,8 tahun.

Neptunus memiliki Titik Gelap Besar di belahan selatannya, yang mirip dengan Titik Merah Besar di Yupiter. Titik gelap besar itu adalah pola cuaca yang dihasilkan oleh angin yang sangat kencang, dengan kecepatan mencapai 2.100 km/jam.

5. Pluto, Planet Kerdil dengan Orbit Miring

Pluto, planet kerdil di sabuk Kuiper dan objek trans-Neptunus pertama yang ditemukan manusia, memiliki orbit eksentris dan miring. Mulanya Pluto juga dianggap sebagai planet, tapi saat ini lebih tepat digolongkan kepada planetoid atau planetesimal.

Objek trans-Neptunus adalah benda di Tata Surya dengan seluruh atau sebagian besar orbitnya melewati orbit Neptunus. Sedangkan Sabuk Kuiper adalah nama untuk bagian dari ruang tersebut. Dengan demikian, Pluto dan bulannya Charon adalah objek trans-Neptunus.

Pluto berjarak 29,6 sampai 49 AU atau 4,4 sampai 7,3 miliar kilometer dari Matahari. Uniknya, Pluto memiliki orbit eksentris dan miring Sehingga Pluto berjarak 29,6 sampai 49 AU atau 4.4 sampai 7,3 miliar km dari Matahari. Ini berarti ada saatnya Pluto lebih dekat ke Matahari daripada planet Neptunus yang jarak terjauhnya 30,4 AU dari Matahari.

 

Penjelasan mengenai planet bagian luar Tata Surya ditambah penjelasan mengenai Pluto yang saat ini tidak tergolong sebagai planet di atas memang sangat singkat. Tapi setidaknya sudah dapat memberikan gambaran secara umum untuk Anda tentang planet-planet bagian luar Tata Surya.