Kenapa Pelangi Berbentuk Setengah Lingkaran? Ini Penjelasannya

Bentuk pelangi yang sebenarnya adalah satu lingkaran utuh. Hanya karena sudut pandang kita yang membuat bentuk pelangi hanya seperti setengah lingkaran.

Kenapa Pelangi Berbentuk Setengah Lingkaran? Ini Penjelasannya
Gambar Pelangi

Siapa sih yang tidak suka melihat pelangi? Semua orang pasti akan dibuat terkesima dengan fenomena alam yang satu ini. Tidak lain lagi karena warnanya yang sangat indah. 

Nah, Sobat Tafansa, pada tanggal 21 Juli 2017 yang lalu, seorang petugas operator crane di Rusia merekam sebuah fenomena alam yaitu pelangi yang berbentuk satu lingkaran utuh. Fenomena alam itu direkam dari puncak Lakhta Centre, gedung pencakar langit dengan ketinggian 1.515 kaki atau sekitar 460 meter di kota St. Petersburg. Sontak video itu membuat heboh masyarakat luas. Tak hanya media Rusia bahkan hingga media luar negeri pun ikut memberitakan fenomena alam yang langka ini. Wow, setahu penulis, pelangi cuma setengah lingkaran, yang setengah lagi ada di mata kamu. Iya kamu, Sobat Tafansa. 

Sebenarnya kalau kita pelajari ilmunya, ini bukanlah peristiwa yang luar biasa. Karena memang bentuk pelangi yang sebenarnya adalah satu lingkaran utuh. Kenapa bisa begitu? Kenapa kita melihatnya hanya setengah lingkaran saja? Yuk, simak baik-baik penjelasan pada tulisan ini.

Sebelum ke penjelasan, Sobat Tafansa perlu tahu nih bahwa syarat orang bisa melihat pelangi adalah adanya matahari di belakang dirinya dan butir-butir air hujan di depannya. Itulah mengapa pelangi selalu nampak  di langit barat saat terjadi di pagi hari dan nampak di langit timur saat terjadi di sore hari.

 

Proses Terjadinya Pelangi

Sudah tahu kan bagaimana proses terjadinya pelangi? Kalau Sobat Tafansa belum tahu, yuk, ulang lagi pelajaran waktu SD dulu. Pelangi merupakan hasil dari pembiasaan cahaya putih karena melewati suatu media. Dalam hal ini adalah butir-butir air. Cahaya matahari yang melewati butiran air ini akan dibiaskan menjadi tujuh warna yang berbeda, yakni merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Berdasarkan besar indeks bias pada masing-masing warna, posisi warna-warna dalam wujud pelangi selalu berurutan. Sebagai contoh warna merah memiliki indeks bias paling kecil sehingga warna merah akan dibiaskan dengan sudut bias terkecil. Dan, warna ungu memilki indeks bias paling besar sehingga akan dibiaskan dengan sudut bias terbesar.

Nah, dikutip dari laman Kumparan, menurut Prof. Hendra Gunawan, guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, pelangi itu terjadi pembiasan dua kali, yakni cahaya matahari dibiaskan pada air kemudian dibiaskan pada mata. Baru tahu kan? 

 

Pelangi Satu Lingkaran Utuh

Nah, seperti penjelasan di atas, pelangi terbentuk karena pembiasaan dari cahaya matahari yang melewati tetesan air hujan. Dan, pembiasaan ini membuat cahaya matahari yang dipantulkan oleh air menjadi bengkok. Karena banyaknya titik-titik air yang memantulkan cahaya matahari, maka cahaya matahari akan terus bengkok.

Cahaya matahari yang terus bengkok inilah yang membuat pelangi menjadi berbentuk lingkaran. Sehingga pelangi yang sebenarnya adalah berbentuk lingkaran.

Menurut penjelasan Prof. Hendra Gunawan, sekumpulan titik-titik pantulan sinar matahari itu yang kemudian menjadi pelangi berbentuk lingkaran. Beliau menggambarkan layaknya sebuah kerucut, dimana puncak kerucut adalah letak mata kita dan alas lingkaran adalah pelangi yang kita lihat.

Kapan, sih, kita bisa lihat pelangi satu lingkaran utuh? Sobat Tafansa ada yang tahu? Kita bisa melihat pelangi berbentuk lingkaran utuh saat kita berada pada ketinggian tertentu. Sebagai contoh di atas gedung tinggi, puncak gunung atau saat kita sedang naik pesawat.

 

Kenapa yang Kita Lihat Setengah Lingkaran?

Nah, Sobat Tafansa, pada umumnya memang kita melihat pelangi adalah berbentuk setengah lingkaran. Ini diakibatkan karena keterbatasan mata manusia yang hanya bisa melihat pelangi dengan sudut pandang 42° saja. Sedangkan pelangi yang berbeda di luar sudut pandang itu tidak akan terlihat oleh mata. Akibatnya pelangi yang terlihat berbentuk setengah lingkaran dan seolah-olah berakhir di tanah.

Selain keterbatasan pandang mata manusia, alasan lain mengapa kita tidak bisa melihat pelangi secara utuh yaitu karena permukaan bumi yang membatasi jumlah tetesan air hujan dalam garis pandangan kita.

 

Fakta Menarik Pelangi

Sebagai tambahan wawasan, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang pelangi:

Pelangi bisa muncul di malam hari

Pelangi tak selalu mengandalkan cahaya matahari. Cahaya bulan pun bisa dibiaskan menjadi warna-warna indah juga. Fenomena ini disebut dengan moonbow. Ini karena pelangi yang dihasilkan adalah dari cahaya bulan.

Mata kanan dan kiri Anda melihat pelangi yang berbeda

Ketika Anda melihat pelangi, cobalah untuk menutup mata sebelah, maka pelangi yang dilihat pun akan berbeda dengan mata sebelahnya lagi.

Ada lebih dari sejuta warna pelangi

Sobat Tafansa, fakta mengejutkan lainnya adalah warna pelangi tak hanya tujuh warna seperti yang kita lihat. Ada lebih sejuta warna pada fenomena alam yang satu ini. Tujuh warna yang dilihat hanyalah warna-warna primer yang mampu dilihat oleh mata manusia.

Anda tidak bisa menyentuh pelangi

Seperti halnya dengan fenomena fatamorgana, pelangi tidak akan pernah bisa disentuh atau dicapai. Akan tetap ada jarak antara mata dan pelangi itu sendiri. Semakin kita mendekat, pelangi akan juga ikut bergerak.

Pelangi tidak pernah terjadi di siang hari

Perlu untuk Sobat Tafansa ketahui, bahwa pelangi hanya terjadi pada pagi, sore atau malam hari. Pelangi hampir tidak terjadi pada siang hari. Itu karena, terjadinya pelangi sangat tergantung pada posisi matahari. Seperti pada pembahasan di atas, sudut pandang yang terbentuk adalah 42° untuk bisa melihat pelangi. Dan, itu terjadi saat matahari akan terbit dan terbenam.

Pelangi hanya terjadi di Bumi

Saran dari penulis, jangan pernah buat rencana untuk pindah planet, deh. Karena hanya di planet ini kita bisa melihat ciptaan Tuhan yang sungguh indah ini. Kenapa? Karena di planet lain tidak terjadi hujan layaknya di Bumi. Masih tetap mau pindah planet?

 

Sumber video: https://youtu.be/odgqgmmdiXw