Perbedaan Virus RNA dan Virus DNA, Kenali Apa Itu Virus RNA
Salah satu virus RNA yang kita kenal adalah Coronavirus yang menjadi dalang dari wabah pandemi Covid-19.
Virus RNA adalah kelompok virus yang genomnya terdiri dari material genetik berbasis rantai ganda (RNA) dan memungkinkan replikasi RNA. RNA merupakan singkatan dari ribonukleat asam; ini merupakan jenis asam nukleat yang berperan dalam membawa biologis informasi genetik. Seperti virus DNA lainnya, virus RNA mengalami reproduksi di sel hospes. Namun, replikasi mereka diselesaikan dengan cara yang berbeda daripada virus DNA.
Virus RNA yang paling terkenal mulai tahun 2020 adalah SARS-CoV-2. Ini adalah virus penyebab Covid-19 dan sudah menyebabkan pandemi global. Virus ini termasuk dalam famili influenza, yang memberikan teori awal bahwa virus ini berasal dari burung atau hewan lutung yang dijual di pasar yang tertutup di Wuhan, China.
Klasifikasi Virus RNA
1. Retrovirus
Retrovirus adalah salah satu jenis virus RNA yang memiliki komponen protein capsid luar dan menyimpan material genetiknya dalam bentuk dua segmen RNA. AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C adalah contoh virus retrovirus yang berbahaya.
2. Virus Negative Singel-Stranded
Virus dengan hanya satu segmen RNA menyimpan informasi genetik, biasanya memiliki beberapa bagian (subgenom). Virus seperti ini lebih mudah bertahan karena materi genetiknya terpisah.
3. Virus Positive singel-stranded
Virus ini berasal dari RNA tunggal yang berisi materi genetik positive-strand dan peningkatan untuk menghasilkan segmen yang lebih kecil yang berisi informasi genetik negative-strand.
Virus RNA lebih umum ditemukan dalam hewan dan tumbuhan dibandingkan dengan virus DNA. Jika Anda tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang virus RNA, Anda dapat melihat banyak situs web pos-penelitian yang menawarkan pengenalan berbasis data dan kisi-kisi untuk masing-masing jenis virus ini.
Perbedaan Virus RNA dan DNA
Virus RNA dan virus DNA adalah dua jenis virus yang berbeda. Perbedaannya terutama terletak pada jenis genetik mereka. Virus DNA memiliki rantai DNA yang terdiri dari atom nitrogen, karbon, dan oksigen. Virus RNA, di sisi lain, memiliki rantai RNA yang terdiri dari atom nitrogen, karbon, fosfor, dan oksigen.
Virus DNA juga memiliki kapasitas untuk menyimpan data genetik lebih banyak daripada virus RNA. Karena itu banyak virus DNA yang memiliki gen yang lebih banyak dan lebih kompleks. Di sisi lain, virus RNA cenderung memiliki gen yang lebih sedikit dan lebih sederhana.
Kedua jenis virus ini juga berbeda dalam cara replikasi mereka. Virus DNA biasanya memerlukan replikasi inti, di mana rantai DNA akan membagi sel terlebih dahulu sebelum replikasi benar-benar dapat terjadi. Virus RNA, di sisi lain, biasanya memerlukan replikasi ribosomal, di mana enzim transkrip mengkopi informasi genetik sebelum membentuk prosentase yang baru dari RNA.
Contoh Virus RNA
1. Virus Influenza
Virus Influenza adalah salah satu contoh virus RNA yang paling dikenal. Ini adalah virus yang bertanggung jawab atas musim flu yang menjadi penyakit menular yang berulang dan mengganggu banyak orang setiap tahun. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara atau kontak langsung dengan orang lain.
2. Virus HIV
Virus HIV adalah virus RNA yang menjadi tersangka penyebab AIDS. Virus ini tidak dapat menjangkit melalui kontak langsung, melainkan melalui arus darah yang terinfeksi.
3. Virus Dengue
Virus Dengue adalah virus RNA turunan yang mematikan. Ini merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia. Gejala seperti demam, sakit kepala, dan mual biasanya diberitahukan ketika seseorang terinfeksi dengan virus ini.
4. Coronavirus
Virus ini adalah salah satu virus RNA yang menyebabkan wabah COVID-19 di seluruh dunia. Ini adalah jenis virus yang dapat menyebar melalui udara dan dapat mengakibatkan infeksi paru-paru yang disebut COVID-19.
Penjelasan Lengkap Virus RNA
Apa itu Virus RNA? Virus RNA adalah jenis virus yang menggunakan asam ribonukleat (RNA) sebagai materi genetik untuk infeksi. Mereka menyebabkan berbagai penyakit pada manusia, hewan, tumbuhan, dan unggas. Berbagai virus seperti virus corona atau virus covid-19 adalah contoh virus RNA.
Virus RNA memiliki pembungkus luar yang disebut viyel. Viyel berfungsi sebagai mekanisme perlindungan, memungkinkan virus untuk masuk ke dalam sel tubuh tanpa direkognisi sebagai musuh. Pembungkus ini juga mengandung protein yang mengikat dan menempelkan virus pada sel. Setelah terikat, virus melelehkan dinding sel tubuh, sehingga materi genetiknya dapat menyisip ke dalam sel.
Selama masa replikasi, virus RNA menggunakan komponen asam ribonukleat yang disebut RNA polimerase untuk menggandakan materi genetiknya. Berbeda dengan virus DNA, virus RNA tidak dapat menetap atau terikat pada sel tanpa bantuan lain. Daripada replikasi, mereka harus meminta kerja sama sel dengan menggunakan ribosom. Ribosom akan mengikat mRNA (RNA terurai) kepada asam amino untuk menciptakan protein virus.
Virus RNA sering berinteraksi dengan sel untuk meningkatkan laju replikasi. Juga, beberapa protein spesifik virus dapat memblokir respon imun sel dan membantu virus bertahan dalam waktu yang lama dalam tubuh.
Virus RNA yang paling umum ditemukan pada manusia adalah virus hepatitis, virus influenza, virus corona, dan virus HIV. Virus RNA memiliki replikasi singkat dan haus gen, yang membuat mereka mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda. Hal ini membuat virus RNA sangat berbahaya bagi manusia dan hewan.
Dengan semakin banyaknya produk bioteknologi yang dikembangkan berdasarkan virus RNA, ulasan singkat tentang virus RNA ini dapat memberi Anda pemahaman lebih besar tentang virus dan potensi akan bahayanya. Selanjutnya, penelitian lebih lanjut dapat memungkinkan para ilmuwan memahami bagaimana virus ini dikontrol agar tidak menyebar dan menyebabkan penyakit pada manusia.